Bali full day tour –  Tempat Wisata di Bali Berikut ini bisa kamu kunjungi saat kamu sedang berlibur, karena sangat populer:

CANDI GUNUNG KAWI

Gunung Kawi adalah kompleks keagamaan yang dibangun pada abad ke-11 dan terdiri dari beberapa halaman dan tempat pemujaan yang diukir di sisi tebing di sepanjang Sungai Pakerisan dekat Ubud. Teori dan mitos mengelilingi candi Hindu kuno ini. Legenda mengatakan bahwa seorang pejuang sengit bernama Kebo Iwa mengukir relief yang rumit dengan kukunya. Turun ke keajaiban yang diselimuti hutan ini membutuhkan pendakian yang cukup tinggi (ada sekitar 300 langkah), tetapi hadiahnya, terutama di jam-jam yang lebih tenang di pagi hari, sangat besar.

PASAR SUKAWATI

Pasar Loak Sukawati adalah alternatif yang lebih murah dan lebih tenang dari Pasar Ubud di dekatnya. Berbagai karya seni buatan tangan yang mengesankan ditawarkan, mulai dari gambar berbingkai kehidupan pertanian lokal hingga patung kayu besar dewa-dewa Hindu. Tanpa intimidasi dari orang banyak, ini adalah tempat yang tepat untuk menawar gaun dan aksesori bermotif cerah, barang-barang rumah tangga, dan tas untuk setiap selera. Pasar Seni Sukawati adalah tempat yang populer di kalangan wisatawan dan penduduk lokal untuk pengalaman berbelanja autentik Bali.

AIR TERJUN BANYU WANA AMERTHA

Air terjun Banyu Wana Amertha, objek wisata Bali Utara yang baru dibuka, namun aksesnya tidak mudah. Anda harus berkendara setidaknya 90 menit dari Ubud dan berjalan kaki 20 menit yang berkelok-kelok melewati perkebunan pisang. Setelah perjalanan selesai, hadiahnya datang: hutan rimbun yang menyembunyikan kuartet air terjun besar yang, entah bagaimana, tidak diserang oleh orang banyak. Air terjun utama adalah yang paling spektakuler: amfiteater batu dengan aliran berkabut mengalir ke kolam dangkal. Alternatif yang bagus jika Anda ingin mengunjungi air terjun dan tidak ingin berbagi dengan banyak orang.

CANDI LEMPUYANG LUHUR

Pura Lempuyang adalah salah satu yang tertua dan paling dihargai di Bali. Kumpulan candi ini terletak di Gunung Lempuyang yang disakralkan, dan sangat terkenal dengan foto-foto “Gerbang Surga” yang membanjiri Instagram. Kami menyarankan Anda untuk datang pagi-pagi sekali dan dengan demikian menghindari antrean yang terbentuk di pintu untuk mengambil foto dan menikmati pemandangan. Anda dapat menjelajahi berbagai tingkat kompleks mulai dari tingkat bawah dan menaiki tangga ke tingkat atas, di mana Gerbang Surga berada. Ada juga beberapa pahatan batu di sepanjang jalan menuju candi.

MONUMEN BAJARA SANDHI

Monumen Bajra Sandhi terletak di Denpasar, ibu kota pulau. Dibangun tepat di tengah Lapangan Renon, monumen ini didedikasikan untuk perjuangan rakyat Bali melawan penjajahan Belanda. Seiring waktu, itu telah menjadi salah satu daya tarik utama kota, yang merupakan tempat di mana hampir tidak ada turis. Berbentuk persegi panjang dan mengikuti prinsip arsitektur “Tri Mandala”, yang berarti tiga wilayah.

PUNGGUNG KAMPUHAN

Ini adalah jalan beraspal yang indah di sepanjang punggungan Campuhan. Tur menunjukkan sisi alam Ubud, dengan banyak pohon dan bukit. Ini bukan jalan melingkar, jadi Anda harus kembali ke jalan Anda datang. Jaraknya 1,3 km (sekali jalan) sehingga dapat ditempuh dalam waktu sekitar 20 atau 25 menit tanpa menghitung pemberhentian. Apalagi di awal, ada kemiringan yang cukup penting.

DANAU TAMBLINGAN

Danau Tamblingan yang terletak di bagian utara Bali merupakan salah satu dari tiga danau kembar yang terbentuk dalam kaldera vulkanik besar. Lokasinya di lembah membuat suhu lebih dingin, jadi bungkuslah sedikit, terutama saat fajar. Danau ini dikelilingi oleh hutan hujan lebat dan pemukiman di sekitarnya ditetapkan sebagai zona wisata spiritual yang dilindungi dari pembangunan modern oleh pemerintah. Oleh karena itu, ada banyak pura Bali kuno di sini yang terkait dengan peradaban Tamblingan kuno. Anda dapat berjalan-jalan beberapa kali di sekitar tempat atau menyewa kano untuk menavigasi danau.